Jaminan Asuransi Kapal Tongkang (Barge)
KAPAL TONGKANG (BARGE).
Adalah kapal sebagai sarana alat apung tanpa menggunakan mesin penggerak sendiri (Non Self Propelled) dan dalam pelaksanaannya harus dibantu/ditarik oleh Tug boat (Kapal Tunda).
Berdasarkan fungsinya, Tongkang (Barge) dibagi dalam :
Selengkapnya: Jaminan Asuransi Kapal Tongkang (Barge)
Prosedur Klaim Asuransi Rangka Kapal & Mesin
Prosedur klaim dalam asuransi kerugian merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari polis. Banyak orang merasakan sulitnya untuk mengajukan penyelesaian klaim apabila terjadi kerugian apalagi yang menyangkut asuransi rangka kapal dan mesin. Sebenarnya proses penyelesaian klaim tidaklah sulit apabila kita benar – benar memahami prosedur klaim yang telah ditetapkan persyaratannya untuk dipenuhi dan dijalankan.
Musibah terbakarnya KM Paus
Musibah tenggelamnya kapal diperairan Indonesia kembali terjadi, Rabu 27 Agustus 2014 Kapal Muatan (KM) Paus milik unit pelaksana Angkutan Pelabuhan dan Kelautan (UP APK) Dinas perhubungan DKI Jakarta terbakar di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu.
Polis Standar Asuransi Pengangkutan Barang Indonesia
Berikut adalah contoh dari Polis Standar Pengangkutan Barang Indonesia
Asuransi Marine Cargo
Pengangkutan barang dari satu tempat ke tempat lainnya di nusantara Indonesia maupun di seluruh dunia baik lewat laut, udara maupun darat sangatlah berisiko. Risiko yang dialami antara lain barang rusak, hilang, dicuri dan lain sebagainya dalam perjalanan. Oleh karena itu dibutuhkan Asuransi Pengangkutan Barang (Marine Cargo Insurance).
Jaminan Asuransi Kapal Ikan Nelayan
Asuransi memberikan jaminan terhadap rangka kapal agar setiap pengusaha nelayan dapat mempertahankan kelangsungan usahanya karena adanya jaminan ganti rugi akibat tenggelamnya kapal yang dimiliki yang kemudian memulihkan kembali kemampuan perusahaannya.
Awas! Kelebihan Berat Cargo Berakibat Kapal Tenggelam
Masih ingat peristiwa naas yang terjadi pada sebuah kapal Feri milik Korea Selatan di bulan April 2014 yang lalu? Bencana yang menewaskan lebih dari 260 orang ini disebabkan sebagian oleh kelebihan berat muatan kargo yang dibebankan pada kapat tersebut ditambah lagi dengan kegagalan dalam mengikat kargo itu dengan benar. Hal ini dinyatakan oleh penyidik Korea Selatan yang meyakini bahwa tenggelamnya Sewol Feri dengan menewaskan 467 korban jiwa penumpang dan awak kapal tersebut dan sudah termasuk didalamnya 300 siswa SMA yang sedang melakukan field trip saat peristiwa itu terjadi.
Selengkapnya: Awas! Kelebihan Berat Cargo Berakibat Kapal Tenggelam
